Tampilkan postingan dengan label KOMPUTER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOMPUTER. Tampilkan semua postingan

Penjelasan Tentang GPS


Global Positioning System (GPS) adalah suatu sistem navigasi yang memanfaatkan satelit. Penerima GPS memperoleh sinyal dari beberapa satelit yang mengorbit bumi. Satelit yang mengitari bumi pada orbit pendek ini terdiri dari 24 susunan satelit, dengan 21 satelit aktif dan 3 buah satelit sebagai cadangan. Dengan susunan orbit tertentu, maka satelit GPS bisa diterima diseluruh permukaan bumi dengan penampakan antara 4 sampai 8 buah satelit. GPS dapat memberikan informasi posisi dan waktu dengan ketelitian sangat tinggi.

Nama lengkapnya adalah NAVSTAR GPS (Navigational Satellite Timing and Ranging Global Positioning System; ada juga yang mengartikan “Navigation System Using Timing and Ranging.”) Dari perbedaan singkatan itu, orang lebih mengenal cukup dengan nama GPS.

GPS mulai diaktifkan untuk umum 17 juli 1995.
(sumber)


Kendaraan yang dimonitor dipasangi suatu alat yang disebut Vehicle Tracking Device. Alat ini menggunakan sensor GPS untuk mengetahui posisi, kecepatan, dan arah kendaraan tersebut.
Pengguna tinggal mengirimkan SMS atau miss-call ke Vehicle Tracking Device. Tunggu beberapa saat, maka alat akan mengirimkan SMS ke pengguna yang berisi informasi lokasi terakhir, kecepatan, dan arah.
Pengguna dapat mengetahui dimana lokasi kendaraan tersebut pada peta yang kami sediakan disini atau melalui aplikasi Google Map / Earth. Lihat pada bagian atas website ini, masukkan kode koordinat latitude dan longitude, klik OK, maka akan terlihat posisi kendaraan di atas peta.
tempat memasukkan lokasi korrdinat alat yang dipantau
Jika fitur GPRS diaktifkan, realtime car gps trackingmaka data pada kendaraan tersebut dikirim oleh alat ke Server melalui media komunikasi GPRS di atas jaringan GSM. GPRS digunakan sebagai media komunikasi karena memiliki kelebihan dalam hal biaya operasional rendah dan reliabilitas pengiriman data yang tinggi. Server kemudian merekam dan menganalisa setiap data posisi yang dikirim oleh kendaraan. Server ini akan menyediakan infromasi bagi Pemakai melalui aplikasi Google Earth versi desktop, web, atau bahkan PDA dan smart phone.
replaying car tracksServer juga berfungsi untuk mengirim alert baik kepada user yang sedang di kendaraan maupun kepada pemilik kendaraan tersebut melalui SMS.
Pemakai dapat melihat posisi dan rute kendaraan dalam bentuk peta. Pemakai juga dapat melihat laporan, hasil analisa dan melakukan setting ke Vehicle Tracking Device baik melalui aplikasi client maupun dari web. (sumber)

Catatan Magang : CCNA (Cisco Certified Network Associate)

Hmm… Pertamanya Ane minta maap niih sama temen2 en sama Guru ane juga (Pak Juned), karena untuk pertama kalinya Ane telat nge-post tentang laporan magang Ane selama 2 minggu yang lalu,, karena hari minggu semalem Ane lagi sibuk en gak sempat buat nge-post,, sekali lagi Ane minta maap. Yasudahlah, materi yang akan Ane bahas sekarang adalah tentang Cisco Certified Network Associate (CCNA).
Ane dapet pengetahuan tentang ini dari pembimbing Ane (Dipa Pintadi), karena katanya Dia akan mengikuti test CCNA di Jakarta abis lebaran nanti, tapi sebelum Dia pergi en sebelum Ane selesai magang, Ane gak mau nyia-nyia’in itu buat nanya – nanya sama pembimbing Ane. Hmm… CCNA adalah salah satu pintu gerbang dalam seri sertifikasi networking yang dikeluarkan oleh Cisco Systems. Level sertifikasi di Cisco niih ada tingkatan – tingakatannya, mulai dari Entry Level, Associate, Professional, dan Expert. Setelah CCNA, tingkat selanjutnya adalah CCNP (Cisco Certified Network Professional) dan setelah itu ada CCIP (Cisco Certified Internetwork Professional), en yang paling puncak adalah CCIE (Cisco Certified Internetwork Expert).
Banyak kan ??? Ya gitulah,, Tapi untuk tidak memperpanjang pembahasan kali ini, Ane gak akan membahas semuanya, Yaaa paling tidak Ane menyinggung dikit aja deh,, karena yang akan Ane bahas mendalem adalah tentang CCNA,, Lanjuuuuut… Seorang bersertifikat CCNA memiliki ilmu pengetahuan dan kemampuan dasar untuk instalasi, konfigurasi, mengoperasikan dan memecahkan permasalahan (troubleshooting) pada LAN, WAN serta termasuk didalamnya penggunaan protokol seperti: IP, EIGRP, OSPF, Serial, Frame Relay, IP RIP, VLAN, VTP, RIP, Ethernet, Access Lists.
Setelah kurikulumnya di update , untuk mendapatkan sertifikasi CCNA bisa dilakukan dengan dua cara:
1.       Lulus ujian 640-882 ICND1 (Interconnecting Cisco Networking Devices Part 1) dan 640-816 ICND2 (Interconnecting Cisco Networking Devices Part 2) , atau
2.       Lulus ujian composite 640-802 CCNA
Tinggal pilih yang mana yang lebih bersahabat, kalo pilihan no.1 kita diwajibkan untuk ikut ujian 2 kali, tapi lingkup materinya terbatas disbanding dengan no.2, tapii… pilihan no.1 sepertinya tidak bersahabat dengan saku, karena kita harus bayar biaya ujiannya 2 kali. Hmmm… Tinggal pilih aja deh…
Lanjuuut, Sertifikat CCNA bertahan atau memiliki umur 3 tahun, setelah itu Sertifikat itu tidak berlaku lagi, sama seperti SIM, sertifikat CCNA dapat diperpanjang. Untuk memperpanjang masa aktif dari sertifikat CCNA dengan mengikuti ujian CCNA 640-802 atau ICND2 640-816. Cara lainnya untuk memperpanjang sertifikasi CCNA yang dimiliki dengan cara lulus salah satu ujian CCNA spesialiasi (wireless, voice, security) atau lulus ujian modul 642 – XXX professional level.  Ujian sertifikasi CCNA 640-802 dengan waktu ujian 120 menit untuk menyelesaikan +/-5o soal ujian. Ujian tersedia dalam bahasa Inggris dan Jepang. (Yang ini Ane kutip dari KASKUS).
Berikut adalah pengalaman dari Instruktur IT di Jogja yang bernama Bpk.Taufiq yang sudah mengikuti ujian CCNA, bahkan sekarang dia sudah mendapatkan sertifikat CCNP dan sedang mengikuti ujian CCIE. Tapi karena Ane nanya – nanya tentang CCNA, jadi inilah sedikit pendapat beliau tentang CCNA :
  • Waktu ujian 120 menit, namun karena bahasa native Indonesia bukanlah bahasa Inggris jadi ditambahin waktunya 30 menit. Jadi total waktunya 150 menit
  • Biaya ujian CCNA (604-802CCNA) $295, Kalau kamu terdaftar sebagai salah satu siswa Cisco Network Academy dapat voucher juga koq sekitar 58%, digabung dengan biaya training CCNA maka ujiannya gratis :).
  • Soal ujian sekitar 50 soal, dengan soal lab +/- 3 soal dan sisanya soal teori. Meskipun soal lab hanya 3 namun bobot nilainya gede lhoh, sekitar 60-70% .
  • Pengalaman 2 kali ujian CCNA, soal simulation lab yang populer keluar adalah mengenai EIGRP, ACL, dan NAT. Kalau soal simletnya mengenai VTP . Kenapa EIGRP n VTP sering keluar ya ? mungkin karena itu protokol hanya cisco yang support :)
  • Nilai minimal lulus sertifikasi CCNA adalah 825 dari maksimum nilai 1000.
  • Belajar mengenai materi CCNA, tapi belajar dari kurikulum E-Learning CCNA Cisco Networking Academy, untuk bisa mengakses kurikulum tersebut kita harus terdaftar sebagai siswa Cisco Networking Academy .
  • Selain Hands on Lab , tools yang bisa digunakan untuk praktek latihan konfigurasi adalah Cisco Packet Tracer.
  • Pada soal lab simulasi usahakan jangan terlalu menghabiskan banyak waktu, kalau bisa sih dibawah 15 menit. Untuk soal teorinya usahakan masing-masing soal dibawah 3 menit. Kita tidak diberikan kesempatan untuk go back ke soal sebelumnya jika kita lupa atau tidak menjawab, jadi pastikan setiap soal terjawab ya sebelum melangkah ke soal selanjutnya.
  • Pada saat ujian kita diberikan kertas yg bisa dihapus sebagai alat bantu. Saat ujian waktu itu saya manfaatkan kertas itu untuk menuliskan dan menghitung mengenai IP subnetting.
  • Usahakan datang ke lokasi ujian minimal 30 menit sebelum jadwal.
Hmmm… gimana ??? sedikit terbantukah ??? hahaha… itu Ane kutip dari E-Mail Bpk.Taufiq yang dikirim ke Ane. Untuk dapat ujian CCNA kita tidak perlu mengikuti pelatihan apapun jika sudah merasa siap dan mampu. Jika masih butuh tambahan pengetahuan ada tiga jenis pelatihan yang bisa kita pilih dan ikuti untuk mempersiapkan diri dalam ujian mendapatkan sertifikasi CCNA.
  1. Mengikuti pelatihan persiapan ujian CCNA 640-802 dari lembaga-lembaga pelatihan yang mengadakan
  2. Mengikuti pelatihan persiapan ujian ICND1 640-822 dan ICND2 640-816
  3. Mengikuti pelatihan CCNA (semester 1-4) sesuai dengan kurikulum Cisco Networking Academy Program (CNAP). Jalur ini sering disebut dengan jalur akademi, pemahaman lebih komprehensif dan ilmu yang didapat relatif lebih matang. Permasalahannya mungkin adalah waktu belajar relatif lebih lama. Hubungi Local Academy (LA) Cisco di wilayah anda untuk mengikuti program pelatihan CNAP.
Yang diatas juga Ane kutip dari E-Mail Bpk.Taufiq ke Ane… Hmm… mungkin Cuma itu yang bisa Ane Sharing ke teman – teman tentang CCNA. Semoga bermanfaat en Terimakasiiih…

Catatan Magang : VLAN Di Kantor


Selamat siang semuanyaaa….!!!!
Hmm… Kembali lagi nih, Ane akan sharing sama temen2 semua tentang kegiatan magang Ane selama 2 minggu yang telah berlalu… hahaha bahasanya formal amat yaa???
Kalo sebelumnya Ane sudah membahas tentang Pengenalan IT Infrastructure Baru dan tentang Installasi dan Reinstallasi PC Head Office/Estate. Sekarang Ane akan membahas tentang materi yang sebenarnya jauh melesetnya dari materi – materi sebelumnya. Karena terjadi perubahan posisi dan ada penambahan karyawan baru ditempat Ane magang, jadi sekarang Ane akan membahas tentang perubahan tersebut, kurang lebih perubahannya seperti ini, sebelumnya masing – masing department tidak ada perbedaan akses server dari masing – masing User-nya, tapi sekarang pada masing – masing department terjadi perubahan dimana masing – masing User yang berbeda grade akan mengakses server yang berbeda, sesuai dengan grade mereka masing – masing. Pada 1 department memiliki 3 grade yang berbeda, tapi karena Ane juga kurang tau grade apa saja yang ada pada 1 department tersebut, maka Ane buat saja contoh seperti ini, pada 1 department memiliki 3 grade yang berbeda, yaitu Manager, Bendahara dan Sekretaris. Jadi, karena ada perubahan seperti itu, maka perubahan juga terjadi pada design jaringan serta konfigurasi yang berbeda lagi pada server, switch dan router. Ruang server juga berubah menjadi 3 ruangan yang dipisah dimasing – masing lantai. Server Manager dilantai 3, Server Sekretaris dilantai 2 dan Server Bendahara dilantai 1, untuk menghemat alat yang digunakan pembimbing menyarankan untuk menggunakan 3 Switch (48 ports) saja, sehingga biaya yang dikeluarkan juga tidak terlalu banyak. Karena menggunakan 3 Switch, maka masing – masing Switch akan disetting VLAN (Virtual LAN). Mungkin temen – temen Ane yang di SMKN 1 Pkl.Kerinci pernah mendengar istilah itu, VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN, hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara Virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Ane gak nyangka banget niih bias ketemu langsung sama kejadian VLAN yang kayak gini, Sebelum terjadi perubahan seperti ini dikantor tempat Ane magang, Ane juga udah pernah belajar tentang kejadian VLAN seperti ini dari Pak Taufiq (Master nya Cisco) diseminar minggu lalu. Supaya Ane gak pusing – pusing lagi nyari contoh, makanya Ane buat grade – grade nya kayak tadi, karena Pak Taufiq ngejelasinnya juga gunain Server Manager, Bendahara en Sekretaris, tapi bedanya Pak Taufiq gak Cuma gunain Server itu aja, Design jaringan yang Pak Taufiq buat lebih rumit lagi dari yang Ane jelasin diatas tadi, Pak Taufiq menggunakan 5 Server, bukan 3. Hmmm…. Yasudahlah, lanjut aja dulu ke kantor tempat Ane magang, hehehe…. Sebelumnya Ane belum pernah mempraktekkan konfigurasi VLAN langsung, sebelumnya Ane hanya menggunakan Software simulasi jaringan Cisco Packet Tracer, ditempat Ane magang Ane juga tidak mempraktekkan tapi Ane mendapat kesempatan untuk memperhatikan dan belajar konfigurasi Switch dan Router langsung. Konfigurasi yang digunakan pada Switch dan Router adalah konfigurasi melalui Console, dimana kabel VGA pada monitor dihubungkan dengan Port Console pada Switch/Router, kabel yang digunakan merupakan kabel bawaan dari Switch dan Router tersebut, dimana pada kedua ujung kabel menggunakan konektor yang berbeda, pada ujung satu menggunakan konektor standart VGA (Ane yakin teman – teman semua sudah pada tau), dan pada ujung satunya lagi menggunakan konektor RJ45 (konektor yang biasa digunakan untuk menghubungkan kabel UTP dengan LAN Card). Setelah menghubungkan Monitor ke Switch dan Router menggunakan kabel tersebut, selanjutnya adalah konfigurasi Switch dan Router nya, tapi sebelum konfigurasi kita harus masuk ketampilan Console Switch dan Router, karena ditempat Ane magang menggunakan System Operasi Windows 2003 Server, jadi konfigurasi switch dan router dapat dilakukan dengan cara seperti ini, Klik Start > All Programs > Accessories > Communications > Hyper Terminal, Tapi untuk melakukan konfigurasi pada Switch atau Router tidak harus dilakukan dari Server, konfigurasi bisa dilakukan menggunakan Laptop atau PC, caranya sama saja.. Tapi saya belum menemukan cara melakukan konfigurasi Switch atau Router melalui Wiindows Seven.. hmm… lanjut aja lagi deh, setelah itu tinggal Klik Next and Next and Next and Finish, hahaha sama kayak installasi aja kok. Hmmm… Setelah muncul tampilan Console nya, barulah lakukan konfigurasi pada switch dan router nya, tapi Kalo Ane bahas cara konfigurasi nya disini, akan membosankan, mungkin Ane akan share ke teman – teman tentang cara konfigurasi ini pada saat Ane pulang dari magang nanti, sekarang Ane hanya bias kasih bentuk jadinya aja yang sudah Ane buat dengan Software simulasi jaringan. Terimakasihh…. Kita Sambung lagi 2 minggu kedepan…

Inilah Sang Pencipta Photoshop

Inilah Sang Pencipta Photoshop

Nama aplikasi pengolah grafis yang paling fenomenal, Adobe Photoshop, mungkin sangat familiar bagi kita gan. Tapi siapakah yang tahu mengenai nama-nama di balik penciptaannya?
Bisa dibilang, hampir seluruh orang kreatif di dunia menggunakan Adobe Photoshop.
Namun sayangnya banyak yang tidak mengenal sang founder, Thomas Knoll dan John Knoll. Wajar memang, mengingat sejak debut peluncurannya pada awal tahun 1990, baru saat inilah nama mereka muncul di beberapa buku-buku desain, buku-buku award, atau majalah tahunan desain grafis. Aplikasi yang diciptakannya (Adobe Photoshop, red) telah banyak merubah attitude dan proses kreasi desainer. Mulai dari penggunaan untuk manipulasi foto hingga aplikasi manipulasi film.
Korbankan study demi photoshop
Semua bermula pada tahun 1987 saat Thomas Knoll, seorang kandidat doktor di Universitas Michigan, Amerika Serikat (AS), membeli ‘Apple Mac Plus’ terbaru untuk mendukung pengerjaan thesisnya. Ia pun terkejut ketika komputer yang dibelinya itu tak mampu menampilkan gambar berwarna grayscale yang berkualitas pada monitor monokrom. Lalu dengan gaya seorang hacker, Thomas memberanikan diri membuat kode sendiri untuk memperbaiki kekurangan tersebut.
Dibantu adiknya, John Knoll, Thomas pun siap beraksi. Pengalaman dalam meraih Piala Oscar tahun 1989 (kategori efek visual terbaik dalam film ‘The Abyss’), serta partisipasinya dalam film ‘Star Wars’ dan ‘Star Trek’, meyakinkan Thomas untuk mampu merubah komputernya. Ia yakin bahwa software yang sedang dibuat itu mirip sekali dengan yang digunakan di ILM (Industrial Light & Magic), tempat John bekerja. Sejak itulah Thomas mulai serius mengembangkan software image pertamanya, yang kemudian lahir dengan nama “Display”.
Untuk lebih serius menggarap program tersebut, Thomas mengambil cuti studi 6 bulan dan mengajak John bekerjasama untuk menjual aplikasi ini secara lebih profesional. Dalam perkembangannya, mereka menjumpai berbagai tantangan berliku. Salah satu yang menyakitkan adalah ketika karya mereka dianggap tidak menjual. Namun, knoll bersaudara tak patah arang. Mereka bahkan berhasil mengembangkan suatu metode inovatif yang belakangan dikenal sebagai ‘plug-ins’. Tepatnya sebuah fitur untuk menyelaraskan ‘tones’, ‘hue & saturation’, serta beberapa kontrol keseimbangan gambar lainnya.
Lahirnya Debut Adobe Photoshop
Saat pengembangan “Display” menjadi semakin baik, hasilnya pun muncul dengan nama “ImagePro”. Baru pada tahun 1988, perusahaan scanner BarneyScan tertarik untuk membelinya sebagai software bawaan scanner. Nah, saat itulah nama Photoshop lahir. Tapi sayang, Photoshop muda ini hanya dibuat 200 copy saja sehingga belum dikenal masyarakat luas. Tak ingin berpuas hati, mereka lalu mencoba mencari peruntungan di kawasan industri terkenal, ‘Silicon Valley’.
Selangkah demi selangkah, keberuntungan pun mulai berpihak. Mereka berhasil mendemonstrasikan keunggulan program Photoshop kepada Apple Computer Inc dan Adobe. Alhasil, pihak Adobe kepincut dan langsung membeli lisensi program itu. Kemudian pihak Adobe sepakat untuk merilis Adobe Photoshop 1.0 pada bulan Februari 1990. Program itu berkapasitas sama dengan sekeping floppy disk (1,4 Mb) yang hanya bisa dioperasikan untuk komputer ber-platform Macintosh.
Merambah ke Windows
Setelah itu Adobe Photoshop mulai mencatat sejarah hingga menjadi salah satu masterpiece di dunia teknologi informasi. Next, Adobe Photoshop 2.0 dirilis pada Juni 1991 yang lagi-lagi hanya bisa dioperasikan di bawah platform Macintosh. Seiring dengan perkembangannya, Windows dinilai mulai mendominasi pasar komputer. Maka pada tahun 1992 diluncurkanlah Adobe Photoshop Versi 2.5, yang pertama kalinya bisa dioperasikan ke Windows.
Pada November 1993, kembali diluncurkan versi 2.5.1 namun kali ini Windows tidak diikutsertakan. Baru pada Versi 3.0 di tahun 1994 diluncurkan kembali untuk Macintosh & Windows. Begitu pula dengan versi 4.0 (1996), versi 4.0.1 (1997), versi 5.0 (1998), versi 5.0.1 (1999), versi 5.5 (1999), versi 6.0 (2000), versi 6.0.1 (2001), versi 7 (2002), versi 7.0.1 (2002). versi 8.0/CS (2003), kemudian disusul dengan CS 2 (2005), CS 3 (2007), CS 4 (2008), dan yang terbaru adalah CS5 (2010).
Saat ini Thomas dan John Knoll bekerja di Adobe. Kalau diperhatikan, nama mereka selalu terpampang saat kita membuka aplikasi software Adobe Photoshop. Sambil terus mengembangkan Photoshop, John masih disibukan dengan profesinya sebagai Visual Effect Supervisor di ILM
Catatan Magang : Petunjuk Pelaksanaan Installasi Standart Kantor

Catatan Magang : Petunjuk Pelaksanaan Installasi Standart Kantor

            Assalamu’alaikum wr.wb, Selamat pagiii temen – temen semuanya, kembali lagi Saya (ANGGY_cB) akan berbagi ilmu, walaupun hanya sekedar melanjutkan catatan 2 minggu yang lalu, yaitu Pengenalan IT Infra Structure Baru. Karena 2 minggu yang lalu catatannya tentang itu, maka sekarang adalah hal yang harus dikuasai oleh IT Infra Structure, yaitu Installasi / Reinstallasi PC Head Office maupun PC Estate (Sector), banyak yang berbeda dari Installasi di-kedua tempat tersebut dibandingkan dengan Installasi yang biasa kita lakukan pada PC pribadi kita. Perbedaannya terdapat pada pembatasan – pembatasan hal – hal yang dapat dilakukan pada PC biasanya. Mungkin biasanya kita dapat melakukan berbagai hal secara bebas pada PC kita, tapi untuk PC disini, aka nada pembatasan – pembatasan, seperti melakukan editing pada Registry, pembatasan akses pada control panel, pembatasan akses pada drive C:\, dan lain – lain. Hmm.. langsung aja deh kita bahas, berikut adalah cara – caranya.


·         Installasi / Reinstallasi PC Head Office
·         Installasi / Reinstallasi PC Estate (Sector)

·         Installasi / Reinstallasi PC Head Office

1.      Buat tanda terima PC
2.      Kenali terlebih dahulu apa kerusakannya (Mainboard, VGA, LAN Card, Power Supply, Harddisk, RAM).
3.      Setelah terdeteksi kerusakannya maka, siapkan PC/TC pengganti  untuk sementara agar User yang bersangkutan bias melanjutkan pekerjaannya.
4.      Jika terdeteksi pada bagian fisik, maka buka Purchase Request (PR)-Jika tidak ada sparepart IT.
5.      Setelah PR ter-realisasi maka secepatnya dikerjakan dan jika kerusakan pada fisiknya adalah pada Harddisk dan data masih bias diselamatkan, maka semua data lama di-copy ke Harddisk baru.
6.      Jika kerusakan hanya Application Windows, maka pastikan pada Local Disk C:\ tidak ada data, jika ada data, harap di-copykan semua data tersebut ke Harddisk Back-Up atau ke Local Disk D:\.
7.      Selanjutnya lakukan Install ulang, dan berikut adalah PC Setting-nya :
-          Installasi Windows XP
-          Installasi Driver of Peripheral (VGA dan LAN)
-          Installasi Daily Software
ü  ACDSee
ü  Acrobat Reader
ü  WinRar/Zip
ü  VNC Network
ü  McAfee Antivirus
-          Disable Autorun / Autoplay
-          Disable Connection Page and Security Page on Internet Explorer
-          Hide Drive C (Target folder location My Documents on C:\), if Prevent and Hide Drive C:\ (Target folder location My Documents on D:\)
-          Disable Firewall & Auto Update
-          Setting IP DHCP
-          Disable USB Port (Write Protected)
-          Active Remote Desktop
-          Create Back Up Administrator
-          Create Partition C:\ and D:\
-          Setting Security Partition D
-          Performance Setting
-          Virtual Memory Setting
-          MsConfig (Turn Off Services Unused or Restricted MsConfig)
-          Copy Driver to Folder Master
-          Create Account Local
-          Join Workgroup / Domain
-          Defragment Disk / Disk Clean Up / Scan Virus
-          Setting IP Address
-          Disable Properties on My Computer
-          Show Only Specified Control Panel
-          Disable Regedit
-          Disable Windows Installer
-          Update Antivirus on Server \\172.24.41.1\update\
-          Classic Menu Start
-          Delete All Files like : Video, Game, Picture, etc (Not Use In Work)
8.      Setelah PC selesai di-Installasi dan sudah di-Test, maka PC tersebut kembalikan kepada User dan testing kembali.

·         Installasi / Reinstallasi PC Estate (Sector)

1.      Buat tanda terima PC
2.      Kenali terlebih dahulu apa kerusakannya (Mainboard, VGA, LAN Card, Power Supply, Harddisk, RAM).
3.      Setelah terdeteksi kerusakannya maka, siapkan PC/TC pengganti  untuk sementara agar User yang bersangkutan bias melanjutkan pekerjaannya.
4.      Jika terdeteksi pada bagian fisik, maka buka Purchase Request (PR)-Jika tidak ada sparepart IT.
5.      Setelah PR ter-realisasi maka secepatnya dikerjakan dan jika kerusakan pada fisiknya adalah pada Harddisk dan data masih bias diselamatkan, maka semua data lama di-copy ke Harddisk baru.
6.      Jika kerusakan hanya Application Windows, maka pastikan pada Local Disk C:\ tidak ada data, jika ada data, harap di-copykan semua data tersebut ke Harddisk Back-Up atau ke Local Disk D:\.
7.      Selanjutnya lakukan Install ulang, dan berikut adalah PC Setting-nya :
-   Installasi Windows XP
-   Installasi Driver of Peripheral (VGA dan LAN)
-   Installasi Daily Software
ü  ACDSee
ü  Microsoft Office
ü  Acrobat Reader
ü  WinRar/Zip
ü  VNC Network
ü  McAfee Antivirus
-   Disable Autorun / Autoplay
-   Disable Connection Page and Security Page on Internet Explorer
-   Hide Drive C (Target folder location My Documents on C:\), if Prevent and Hide Drive C:\ (Target folder location My Documents on D:\)
-   Disable Firewall & Auto Update
-   Setting IP Static (Sesuai IP PC Sector)
-   Disable USB Port (Write Protected)
-   Active Remote Desktop
-   Create Back Up Administrator
-   Create Partition C:\ and D:\
-   Setting Security Partition D
-   Performance Setting
-   Virtual Memory Setting
-   MsConfig (Turn Off Services Unused or Restricted MsConfig)
-   Copy Driver to Folder Master
-   Create Account Local
-   Join Workgroup / Domain
-   Defragment Disk / Disk Clean Up / Scan Virus
-   Setting IP Address
-   Disable Properties on My Computer
-   Show Only Specified Control Panel
-   Disable Regedit
-   Disable Windows Installer
-   Update Antivirus on Server \\172.24.41.1\update\
-   Classic Menu Start
-   Delete All Files like : Video, Game, Picture, etc (Not Use In Work)
8.             Setelah PC selesai di-Installasi dan sudah di-Test, maka PC tersebut 
                kembalikan kepada User dan testing kembali.

Mungkin untuk sekarang hanya itu yang dapat Saya bagikan (share) kepada teman – teman yang sudah berminat untuk membaca Catatan magang Saya ini. Mudah – mudahan dapat bermanfaat bagi teman – teman. Saya akan lanjutkan catatan ini 2 minggu yang akan datang nanti. Terimakasih…