Tampilkan postingan dengan label Catatan Magang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Magang. Tampilkan semua postingan

Catatan Magang : CCNA (Cisco Certified Network Associate)

Hmm… Pertamanya Ane minta maap niih sama temen2 en sama Guru ane juga (Pak Juned), karena untuk pertama kalinya Ane telat nge-post tentang laporan magang Ane selama 2 minggu yang lalu,, karena hari minggu semalem Ane lagi sibuk en gak sempat buat nge-post,, sekali lagi Ane minta maap. Yasudahlah, materi yang akan Ane bahas sekarang adalah tentang Cisco Certified Network Associate (CCNA).
Ane dapet pengetahuan tentang ini dari pembimbing Ane (Dipa Pintadi), karena katanya Dia akan mengikuti test CCNA di Jakarta abis lebaran nanti, tapi sebelum Dia pergi en sebelum Ane selesai magang, Ane gak mau nyia-nyia’in itu buat nanya – nanya sama pembimbing Ane. Hmm… CCNA adalah salah satu pintu gerbang dalam seri sertifikasi networking yang dikeluarkan oleh Cisco Systems. Level sertifikasi di Cisco niih ada tingkatan – tingakatannya, mulai dari Entry Level, Associate, Professional, dan Expert. Setelah CCNA, tingkat selanjutnya adalah CCNP (Cisco Certified Network Professional) dan setelah itu ada CCIP (Cisco Certified Internetwork Professional), en yang paling puncak adalah CCIE (Cisco Certified Internetwork Expert).
Banyak kan ??? Ya gitulah,, Tapi untuk tidak memperpanjang pembahasan kali ini, Ane gak akan membahas semuanya, Yaaa paling tidak Ane menyinggung dikit aja deh,, karena yang akan Ane bahas mendalem adalah tentang CCNA,, Lanjuuuuut… Seorang bersertifikat CCNA memiliki ilmu pengetahuan dan kemampuan dasar untuk instalasi, konfigurasi, mengoperasikan dan memecahkan permasalahan (troubleshooting) pada LAN, WAN serta termasuk didalamnya penggunaan protokol seperti: IP, EIGRP, OSPF, Serial, Frame Relay, IP RIP, VLAN, VTP, RIP, Ethernet, Access Lists.
Setelah kurikulumnya di update , untuk mendapatkan sertifikasi CCNA bisa dilakukan dengan dua cara:
1.       Lulus ujian 640-882 ICND1 (Interconnecting Cisco Networking Devices Part 1) dan 640-816 ICND2 (Interconnecting Cisco Networking Devices Part 2) , atau
2.       Lulus ujian composite 640-802 CCNA
Tinggal pilih yang mana yang lebih bersahabat, kalo pilihan no.1 kita diwajibkan untuk ikut ujian 2 kali, tapi lingkup materinya terbatas disbanding dengan no.2, tapii… pilihan no.1 sepertinya tidak bersahabat dengan saku, karena kita harus bayar biaya ujiannya 2 kali. Hmmm… Tinggal pilih aja deh…
Lanjuuut, Sertifikat CCNA bertahan atau memiliki umur 3 tahun, setelah itu Sertifikat itu tidak berlaku lagi, sama seperti SIM, sertifikat CCNA dapat diperpanjang. Untuk memperpanjang masa aktif dari sertifikat CCNA dengan mengikuti ujian CCNA 640-802 atau ICND2 640-816. Cara lainnya untuk memperpanjang sertifikasi CCNA yang dimiliki dengan cara lulus salah satu ujian CCNA spesialiasi (wireless, voice, security) atau lulus ujian modul 642 – XXX professional level.  Ujian sertifikasi CCNA 640-802 dengan waktu ujian 120 menit untuk menyelesaikan +/-5o soal ujian. Ujian tersedia dalam bahasa Inggris dan Jepang. (Yang ini Ane kutip dari KASKUS).
Berikut adalah pengalaman dari Instruktur IT di Jogja yang bernama Bpk.Taufiq yang sudah mengikuti ujian CCNA, bahkan sekarang dia sudah mendapatkan sertifikat CCNP dan sedang mengikuti ujian CCIE. Tapi karena Ane nanya – nanya tentang CCNA, jadi inilah sedikit pendapat beliau tentang CCNA :
  • Waktu ujian 120 menit, namun karena bahasa native Indonesia bukanlah bahasa Inggris jadi ditambahin waktunya 30 menit. Jadi total waktunya 150 menit
  • Biaya ujian CCNA (604-802CCNA) $295, Kalau kamu terdaftar sebagai salah satu siswa Cisco Network Academy dapat voucher juga koq sekitar 58%, digabung dengan biaya training CCNA maka ujiannya gratis :).
  • Soal ujian sekitar 50 soal, dengan soal lab +/- 3 soal dan sisanya soal teori. Meskipun soal lab hanya 3 namun bobot nilainya gede lhoh, sekitar 60-70% .
  • Pengalaman 2 kali ujian CCNA, soal simulation lab yang populer keluar adalah mengenai EIGRP, ACL, dan NAT. Kalau soal simletnya mengenai VTP . Kenapa EIGRP n VTP sering keluar ya ? mungkin karena itu protokol hanya cisco yang support :)
  • Nilai minimal lulus sertifikasi CCNA adalah 825 dari maksimum nilai 1000.
  • Belajar mengenai materi CCNA, tapi belajar dari kurikulum E-Learning CCNA Cisco Networking Academy, untuk bisa mengakses kurikulum tersebut kita harus terdaftar sebagai siswa Cisco Networking Academy .
  • Selain Hands on Lab , tools yang bisa digunakan untuk praktek latihan konfigurasi adalah Cisco Packet Tracer.
  • Pada soal lab simulasi usahakan jangan terlalu menghabiskan banyak waktu, kalau bisa sih dibawah 15 menit. Untuk soal teorinya usahakan masing-masing soal dibawah 3 menit. Kita tidak diberikan kesempatan untuk go back ke soal sebelumnya jika kita lupa atau tidak menjawab, jadi pastikan setiap soal terjawab ya sebelum melangkah ke soal selanjutnya.
  • Pada saat ujian kita diberikan kertas yg bisa dihapus sebagai alat bantu. Saat ujian waktu itu saya manfaatkan kertas itu untuk menuliskan dan menghitung mengenai IP subnetting.
  • Usahakan datang ke lokasi ujian minimal 30 menit sebelum jadwal.
Hmmm… gimana ??? sedikit terbantukah ??? hahaha… itu Ane kutip dari E-Mail Bpk.Taufiq yang dikirim ke Ane. Untuk dapat ujian CCNA kita tidak perlu mengikuti pelatihan apapun jika sudah merasa siap dan mampu. Jika masih butuh tambahan pengetahuan ada tiga jenis pelatihan yang bisa kita pilih dan ikuti untuk mempersiapkan diri dalam ujian mendapatkan sertifikasi CCNA.
  1. Mengikuti pelatihan persiapan ujian CCNA 640-802 dari lembaga-lembaga pelatihan yang mengadakan
  2. Mengikuti pelatihan persiapan ujian ICND1 640-822 dan ICND2 640-816
  3. Mengikuti pelatihan CCNA (semester 1-4) sesuai dengan kurikulum Cisco Networking Academy Program (CNAP). Jalur ini sering disebut dengan jalur akademi, pemahaman lebih komprehensif dan ilmu yang didapat relatif lebih matang. Permasalahannya mungkin adalah waktu belajar relatif lebih lama. Hubungi Local Academy (LA) Cisco di wilayah anda untuk mengikuti program pelatihan CNAP.
Yang diatas juga Ane kutip dari E-Mail Bpk.Taufiq ke Ane… Hmm… mungkin Cuma itu yang bisa Ane Sharing ke teman – teman tentang CCNA. Semoga bermanfaat en Terimakasiiih…

Catatan Magang : VLAN Di Kantor


Selamat siang semuanyaaa….!!!!
Hmm… Kembali lagi nih, Ane akan sharing sama temen2 semua tentang kegiatan magang Ane selama 2 minggu yang telah berlalu… hahaha bahasanya formal amat yaa???
Kalo sebelumnya Ane sudah membahas tentang Pengenalan IT Infrastructure Baru dan tentang Installasi dan Reinstallasi PC Head Office/Estate. Sekarang Ane akan membahas tentang materi yang sebenarnya jauh melesetnya dari materi – materi sebelumnya. Karena terjadi perubahan posisi dan ada penambahan karyawan baru ditempat Ane magang, jadi sekarang Ane akan membahas tentang perubahan tersebut, kurang lebih perubahannya seperti ini, sebelumnya masing – masing department tidak ada perbedaan akses server dari masing – masing User-nya, tapi sekarang pada masing – masing department terjadi perubahan dimana masing – masing User yang berbeda grade akan mengakses server yang berbeda, sesuai dengan grade mereka masing – masing. Pada 1 department memiliki 3 grade yang berbeda, tapi karena Ane juga kurang tau grade apa saja yang ada pada 1 department tersebut, maka Ane buat saja contoh seperti ini, pada 1 department memiliki 3 grade yang berbeda, yaitu Manager, Bendahara dan Sekretaris. Jadi, karena ada perubahan seperti itu, maka perubahan juga terjadi pada design jaringan serta konfigurasi yang berbeda lagi pada server, switch dan router. Ruang server juga berubah menjadi 3 ruangan yang dipisah dimasing – masing lantai. Server Manager dilantai 3, Server Sekretaris dilantai 2 dan Server Bendahara dilantai 1, untuk menghemat alat yang digunakan pembimbing menyarankan untuk menggunakan 3 Switch (48 ports) saja, sehingga biaya yang dikeluarkan juga tidak terlalu banyak. Karena menggunakan 3 Switch, maka masing – masing Switch akan disetting VLAN (Virtual LAN). Mungkin temen – temen Ane yang di SMKN 1 Pkl.Kerinci pernah mendengar istilah itu, VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN, hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara Virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Ane gak nyangka banget niih bias ketemu langsung sama kejadian VLAN yang kayak gini, Sebelum terjadi perubahan seperti ini dikantor tempat Ane magang, Ane juga udah pernah belajar tentang kejadian VLAN seperti ini dari Pak Taufiq (Master nya Cisco) diseminar minggu lalu. Supaya Ane gak pusing – pusing lagi nyari contoh, makanya Ane buat grade – grade nya kayak tadi, karena Pak Taufiq ngejelasinnya juga gunain Server Manager, Bendahara en Sekretaris, tapi bedanya Pak Taufiq gak Cuma gunain Server itu aja, Design jaringan yang Pak Taufiq buat lebih rumit lagi dari yang Ane jelasin diatas tadi, Pak Taufiq menggunakan 5 Server, bukan 3. Hmmm…. Yasudahlah, lanjut aja dulu ke kantor tempat Ane magang, hehehe…. Sebelumnya Ane belum pernah mempraktekkan konfigurasi VLAN langsung, sebelumnya Ane hanya menggunakan Software simulasi jaringan Cisco Packet Tracer, ditempat Ane magang Ane juga tidak mempraktekkan tapi Ane mendapat kesempatan untuk memperhatikan dan belajar konfigurasi Switch dan Router langsung. Konfigurasi yang digunakan pada Switch dan Router adalah konfigurasi melalui Console, dimana kabel VGA pada monitor dihubungkan dengan Port Console pada Switch/Router, kabel yang digunakan merupakan kabel bawaan dari Switch dan Router tersebut, dimana pada kedua ujung kabel menggunakan konektor yang berbeda, pada ujung satu menggunakan konektor standart VGA (Ane yakin teman – teman semua sudah pada tau), dan pada ujung satunya lagi menggunakan konektor RJ45 (konektor yang biasa digunakan untuk menghubungkan kabel UTP dengan LAN Card). Setelah menghubungkan Monitor ke Switch dan Router menggunakan kabel tersebut, selanjutnya adalah konfigurasi Switch dan Router nya, tapi sebelum konfigurasi kita harus masuk ketampilan Console Switch dan Router, karena ditempat Ane magang menggunakan System Operasi Windows 2003 Server, jadi konfigurasi switch dan router dapat dilakukan dengan cara seperti ini, Klik Start > All Programs > Accessories > Communications > Hyper Terminal, Tapi untuk melakukan konfigurasi pada Switch atau Router tidak harus dilakukan dari Server, konfigurasi bisa dilakukan menggunakan Laptop atau PC, caranya sama saja.. Tapi saya belum menemukan cara melakukan konfigurasi Switch atau Router melalui Wiindows Seven.. hmm… lanjut aja lagi deh, setelah itu tinggal Klik Next and Next and Next and Finish, hahaha sama kayak installasi aja kok. Hmmm… Setelah muncul tampilan Console nya, barulah lakukan konfigurasi pada switch dan router nya, tapi Kalo Ane bahas cara konfigurasi nya disini, akan membosankan, mungkin Ane akan share ke teman – teman tentang cara konfigurasi ini pada saat Ane pulang dari magang nanti, sekarang Ane hanya bias kasih bentuk jadinya aja yang sudah Ane buat dengan Software simulasi jaringan. Terimakasihh…. Kita Sambung lagi 2 minggu kedepan…

Catatan Magang : Petunjuk Pelaksanaan Installasi Standart Kantor

Catatan Magang : Petunjuk Pelaksanaan Installasi Standart Kantor

            Assalamu’alaikum wr.wb, Selamat pagiii temen – temen semuanya, kembali lagi Saya (ANGGY_cB) akan berbagi ilmu, walaupun hanya sekedar melanjutkan catatan 2 minggu yang lalu, yaitu Pengenalan IT Infra Structure Baru. Karena 2 minggu yang lalu catatannya tentang itu, maka sekarang adalah hal yang harus dikuasai oleh IT Infra Structure, yaitu Installasi / Reinstallasi PC Head Office maupun PC Estate (Sector), banyak yang berbeda dari Installasi di-kedua tempat tersebut dibandingkan dengan Installasi yang biasa kita lakukan pada PC pribadi kita. Perbedaannya terdapat pada pembatasan – pembatasan hal – hal yang dapat dilakukan pada PC biasanya. Mungkin biasanya kita dapat melakukan berbagai hal secara bebas pada PC kita, tapi untuk PC disini, aka nada pembatasan – pembatasan, seperti melakukan editing pada Registry, pembatasan akses pada control panel, pembatasan akses pada drive C:\, dan lain – lain. Hmm.. langsung aja deh kita bahas, berikut adalah cara – caranya.


·         Installasi / Reinstallasi PC Head Office
·         Installasi / Reinstallasi PC Estate (Sector)

·         Installasi / Reinstallasi PC Head Office

1.      Buat tanda terima PC
2.      Kenali terlebih dahulu apa kerusakannya (Mainboard, VGA, LAN Card, Power Supply, Harddisk, RAM).
3.      Setelah terdeteksi kerusakannya maka, siapkan PC/TC pengganti  untuk sementara agar User yang bersangkutan bias melanjutkan pekerjaannya.
4.      Jika terdeteksi pada bagian fisik, maka buka Purchase Request (PR)-Jika tidak ada sparepart IT.
5.      Setelah PR ter-realisasi maka secepatnya dikerjakan dan jika kerusakan pada fisiknya adalah pada Harddisk dan data masih bias diselamatkan, maka semua data lama di-copy ke Harddisk baru.
6.      Jika kerusakan hanya Application Windows, maka pastikan pada Local Disk C:\ tidak ada data, jika ada data, harap di-copykan semua data tersebut ke Harddisk Back-Up atau ke Local Disk D:\.
7.      Selanjutnya lakukan Install ulang, dan berikut adalah PC Setting-nya :
-          Installasi Windows XP
-          Installasi Driver of Peripheral (VGA dan LAN)
-          Installasi Daily Software
ü  ACDSee
ü  Acrobat Reader
ü  WinRar/Zip
ü  VNC Network
ü  McAfee Antivirus
-          Disable Autorun / Autoplay
-          Disable Connection Page and Security Page on Internet Explorer
-          Hide Drive C (Target folder location My Documents on C:\), if Prevent and Hide Drive C:\ (Target folder location My Documents on D:\)
-          Disable Firewall & Auto Update
-          Setting IP DHCP
-          Disable USB Port (Write Protected)
-          Active Remote Desktop
-          Create Back Up Administrator
-          Create Partition C:\ and D:\
-          Setting Security Partition D
-          Performance Setting
-          Virtual Memory Setting
-          MsConfig (Turn Off Services Unused or Restricted MsConfig)
-          Copy Driver to Folder Master
-          Create Account Local
-          Join Workgroup / Domain
-          Defragment Disk / Disk Clean Up / Scan Virus
-          Setting IP Address
-          Disable Properties on My Computer
-          Show Only Specified Control Panel
-          Disable Regedit
-          Disable Windows Installer
-          Update Antivirus on Server \\172.24.41.1\update\
-          Classic Menu Start
-          Delete All Files like : Video, Game, Picture, etc (Not Use In Work)
8.      Setelah PC selesai di-Installasi dan sudah di-Test, maka PC tersebut kembalikan kepada User dan testing kembali.

·         Installasi / Reinstallasi PC Estate (Sector)

1.      Buat tanda terima PC
2.      Kenali terlebih dahulu apa kerusakannya (Mainboard, VGA, LAN Card, Power Supply, Harddisk, RAM).
3.      Setelah terdeteksi kerusakannya maka, siapkan PC/TC pengganti  untuk sementara agar User yang bersangkutan bias melanjutkan pekerjaannya.
4.      Jika terdeteksi pada bagian fisik, maka buka Purchase Request (PR)-Jika tidak ada sparepart IT.
5.      Setelah PR ter-realisasi maka secepatnya dikerjakan dan jika kerusakan pada fisiknya adalah pada Harddisk dan data masih bias diselamatkan, maka semua data lama di-copy ke Harddisk baru.
6.      Jika kerusakan hanya Application Windows, maka pastikan pada Local Disk C:\ tidak ada data, jika ada data, harap di-copykan semua data tersebut ke Harddisk Back-Up atau ke Local Disk D:\.
7.      Selanjutnya lakukan Install ulang, dan berikut adalah PC Setting-nya :
-   Installasi Windows XP
-   Installasi Driver of Peripheral (VGA dan LAN)
-   Installasi Daily Software
ü  ACDSee
ü  Microsoft Office
ü  Acrobat Reader
ü  WinRar/Zip
ü  VNC Network
ü  McAfee Antivirus
-   Disable Autorun / Autoplay
-   Disable Connection Page and Security Page on Internet Explorer
-   Hide Drive C (Target folder location My Documents on C:\), if Prevent and Hide Drive C:\ (Target folder location My Documents on D:\)
-   Disable Firewall & Auto Update
-   Setting IP Static (Sesuai IP PC Sector)
-   Disable USB Port (Write Protected)
-   Active Remote Desktop
-   Create Back Up Administrator
-   Create Partition C:\ and D:\
-   Setting Security Partition D
-   Performance Setting
-   Virtual Memory Setting
-   MsConfig (Turn Off Services Unused or Restricted MsConfig)
-   Copy Driver to Folder Master
-   Create Account Local
-   Join Workgroup / Domain
-   Defragment Disk / Disk Clean Up / Scan Virus
-   Setting IP Address
-   Disable Properties on My Computer
-   Show Only Specified Control Panel
-   Disable Regedit
-   Disable Windows Installer
-   Update Antivirus on Server \\172.24.41.1\update\
-   Classic Menu Start
-   Delete All Files like : Video, Game, Picture, etc (Not Use In Work)
8.             Setelah PC selesai di-Installasi dan sudah di-Test, maka PC tersebut 
                kembalikan kepada User dan testing kembali.

Mungkin untuk sekarang hanya itu yang dapat Saya bagikan (share) kepada teman – teman yang sudah berminat untuk membaca Catatan magang Saya ini. Mudah – mudahan dapat bermanfaat bagi teman – teman. Saya akan lanjutkan catatan ini 2 minggu yang akan datang nanti. Terimakasih…